Presiden Jokowi Bicara Banjir Berhari-hari di Sintang Kalbar

  • Arry
  • 16 Nov 2021 13:31
Kondisi Banjir di Sintang,Kalimantan Barat(humas/bnpb)

Presiden Joko Widodo menungkapkan kenapa banjir di Kalimantan bisa berlangsung berhari-hari. Termasuk banjir yang sudah berlangsung selama 3 pekan di Kabupaten Sintang, Kalimantan barat.

Menurut Jokowi, banjir yang terjadi di Kalimantan akibat kerusakan lingkungan di daerah tangkapan hujan. Termasuk yang terjadi di Kabupaten Sintang.

"Ya itu memang karena kerusakan catchment area, daerah tangkapan hujan yang sudah berpuluh-puluh tahun," kata Jokowi dikutip dari kanal YouTube Setpres, Selasa, 16 November 2021.

Baca Juga
Bikin fadli Zon Ditegur Prabowo, Sudah 3 Pekan Banjir di Sintang Masih Setinggi 3 M

Jokowi berjanji akan memperbaiki kerusakan lingkungan di daerah tangkapan hujan tersebut. Pembangunan persemaian atau nursery akan mulai dilakukan pada 2022. Pembangunan persemaian ini dilakukan agar wilayah tangkapan hujan berfungsi dengan normal kembali.

"Ya, itu yang harus kita hentikan, karena memang masalah utamanya ada di situ. Kapuas meluber karena daerah tangkapan hujannya rusak. Itu yang nanti kita perbaiki," ujarnya.

Baca Juga
Prabowo Tegur Fadli Zon Usai Cuit Kritik Jokowi Soal Banjir Sintang

"Nanti akan mulai mungkin tahun depan kita bangun nursery, persemaian, sehingga ada penghijauan kembali di daerah-daerah hulu, di daerah-daerah tangkapan hujan, di catchment area. Kita perbaiki karena memang kerusakannya ada di situ," papar Jokowi.

Selain itu, Jokowi menjelaskan, banjir di Kabupaten Sintang dan sekitarnya juga terjadi akibat curah hujan yang ekstrem dari biasanya.

"Dan kedua memang ada hujan yang lebih ekstrem dari biasanya," ungkap dia.


Selanjutnya kondisi terkini banjir di Sintang >>>

 

Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB menyatakan banjir masih menggenangi Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat sejak 21 Oktober 2021. Masih banyak wilayah yang terendam 1-3 meter.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB , Abdul Muhari, menjelaskan, ketinggian air itu berdasarkan pantauan hingga Senin, 15 November 2021 pukul 16.30 WIB.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sintang menyatakan, banjir hanya surut 50 cm di beberapa lokasi. Sementara, prakiraan cuaca BMKG menyatakan wilayah Kecamatan Kayan Hilir dan Sintang masih berpotensi hujan dengan intensitas sedang hingga Selasa, 16 November 2021.

Abdul Muhari menjelaskan, berdasarkan data per Senin (16-11), jumlah warga terdampak mencapai 35.807 KK atau 124.497 jiwa. Sedangkan mereka yang mengungsi berjumlah 7.545 KK atau 25.884 jiwa. Warga yang mengungsi tersebar di 32 pos pengungsian.

Peristiwa banjir di Kabupaten Sintang ini terjadi sejak 21 Oktober. Banjir melanda setelah hujan ekstrem mengguyur sehingga debit air Sungai Kapuas dan Melawi meluap.

Tak hanya itu, pada bagian hilir, pasang laut terjadi sehingga aliran sungai terhambat dan banjir bertahan hingga kini.

Sebanyak 12 kecamatan terdampak banjir. Ke-12 kecamatan itu adalah Kecamatan Kayan Hulu, Kayan Hilir, Sintang, Binjai Hulu, Tempunak, Kelam Permai, Sei Tebelian, Ketungau Hilir, Sepauk, Dedai, Serawai dan Ambalau.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait